RESUME MATERI AKIDAH AKHLAK MTs KELAS VIII
I.
MENINGKATKAN
KEIMANAN KEPADA KITAB-KITAB ALLAH
a.
Nama
kitab-kitab Allah dan Rasul-rasul penerimanya
1. Taurat;
diturunkan kepada Nabi Musa a.s.
2. Zabur;
diturunkan kepada Nabi Daud a.s.
3. Injil;
diturunkan kepada Nabi Isa a.s.
4. Al
Qur’an; diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW.
b.
Nama
lain Al Qur’an sesuai fungsinya :
1. Al
Furqan artinya pembeda. Al Qur’an membedakan dan menjelaskan mana yang benar (hak) dan mana yang salah (batil), yang halal dan yang haram, yang kafir
dan yang muslim.
تَبَارَكَ
الَّذِي نَزَّلَ الْفُرْقَانَ عَلَى عَبْدِهِ لِيَكُونَ لِلْعَالَمِينَ نَذِيرًا (Q.S.
Al Furqan : 1)
2. Adz Dzikir
artinya peringatan. Al Qur’an memberi peringatan kepada manusia mengenai maksud
dan tujuan hidupnya.
إِنَّا
نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ
(Q.S.
Al Hijr : 9)
3. Al Huda
berarti petunjuk. Ayat-ayat Al Qur’an berisi petunjuk bagi manusia agar tidak
tersesat dalam hidupnya.
شَهْرُ
رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآَنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ
الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ
(Q.S.
Al Baqarah : 185)
4. Al
Bayyinah artinya penjelasan atau keterangan. Al Qur’an memberikan penjelasan
kepada manusia tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan kehidupan dunia
maupun akherat.
لَمْ
يَكُنِ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالْمُشْرِكِينَ مُنْفَكِّينَ
حَتَّى تَأْتِيَهُمُ الْبَيِّنَةُ
c.
Isi
Kandungan Al Qur’an secara Garis Besar :
1.
Akidah,
yaitu pokok-pokok kepercayaan dalam agama Islam yang disebut rukun iman. Serta
kepercayaan mengenai hal-hal ghaib seperti jin, iblis, alam akherat, surga dan
neraka. Ajaran pokok akidah yaitu tauhid (tentang keesaan
Allah)
2.
Ibadah, yaitu
perbuatan-perbuatan yang bertujuan untuk mencapai ridha Allah SWT dan tata
caranya
3.
Mu’amalah, yaitu hubungan antar
manusia, baik dalam keluarga, bermasyarakat maupun bernegara
4.
Akhlak Karimah, yakni yang
mengajarkan tentang budi pekerti yang mulia, baik kepada Allah maupun kepada
sesama manusia dan makhluk lainnya.
5.
Tarikh, yaitu berisi kisah-kisah
dan sejarah umat-umat terdahulu untuk diambil I’tibar (pelajaran) bagi umat sesudahnya
6.
Syari’at, yaitu hukum dan
peraturan-peraturan yang mengatur kehidupan manusia, baik untuk kepentingan
hidup di dunia maupun hidup di akherat
d.
Cara
Mencintai Al Qur’an :
1.
Memiliki rasa hormat dan
menghargai Al Qur’an sebagai kitab suci yang berkedudukan di atas kitab-kitab
lainnya
2.
Mau mempelajari dengan
sungguh-sungguh petunjuk-petunjuk yang ada di dalamnya dan mengamalkannya dalam
kehidupan sehari-hari
3.
Berusaha menyebarluaskan
petunjuk-petunjuk yang ada dalam Al Qur’an kepada orang lain sesuai dengan
kemampuannya
4.
Berusaha memperbaiki bacaannya
dengan belajar ilmu tajwid
5.
Membelanya
bila ada yang meremehkan Al Qur’an
e.
Kemukjizatan
Al Qur’an
- Al Qur’an adalah kitab suci yang
luar biasa hebatnya baik ditinjau dari segi keindahan susunan bahasa ataupun
dari isinya.
Al Qur’an menantang semua orang kafir untuk menandinginya membuat ayat atau
surat yang serupa dengan Al Qur’an (lihat surat Al Baqarah 23-24, Yunus 37-39),
tapi sampai sekarang tidak ada seorangpun yang mampu menandinginya.
- kesesuaian prinsip-prinsip al quran untuk seluruh umat manusia.
Kalau
seandainya prinsip-prinsip ajaran itu dari produk manusia atau produk
masyarakat tertentu pasti tidak akan cocok untuk diterapkan sepanjang masa .
- pemberitannya tentang hal-hal ghaib.
Misalnya, dalam surat Ar Rum Allah menyatakan :
Artinya :Alif laam miim, Telah dikalahkan bangsa Romawi, di negeri yang
terdekat (yaitu Syam) dan mereka sesudah dikalahkan itu akan menang. Dalam
beberapa tahun lagi. Bagi Allahlah urusan sebelum dan sesudah mereka menang.Dan
di hari kemenangan Romawi itu bergembiralah orang-orang yang beriman.( Ar Ruum
1-4)
Alquran
memberitahukan dua hal yang terbukti setelah beberapa tahun kemudian:
1. Sebelum hijrah ke Madinah Al Quran memberitahukan
kemenagan Romawi atas Persia . Kemenangan ini baru terwujud 6 tahun setelah
hijrah ke Madinah.
2. Alquran memberitahukan bahwa Umat Islam akan
bergembira dengan memengankan pertempuran atas orang-orang materialis di Mekkah
, Persia dan Romawi.
- keindahan bahasanya yang amat mampengaruhi hati
sanubari manusia. Banyak orang yang masuk masuk Islam karena mendengarkan
bacaan Al Quran, seperti Umar Bin Khattab, Najasyi dsb.
- Kemukjizatan
Alquran juga bisa dilihat dari segi kandungan keilmuan di dalamnya. Al Quran
telah menyebutkan berbagai hakekat ilmiyah yang belum ditemukan para ilmuwan
saat itu seperti bulatnya bumi, bergeraknya semua benda-benda angkasa dsb.
Fungsi kitab-kitab Allah :
1. Sebagai petunjuk hidup
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى
لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ
مِنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ
”Bulan Ramadhan, bulan
yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia
dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak
dan yang bathil)”. (Q.S. Al Baqarah : 185)
2. Sebagai hakim dalam penyelesaian
persoalan
Q.S. An Nisa’ : 65
“Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka
menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian
mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang
kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.”
II.
MENERAPKAN
AKHLAK TERPUJI KEPADA DIRI SENDIRI
a.
Tawakal
Tawakal
artinya berserah diri atau menyerahkan segala urusannya kepada kebijakan Allah
yang mengatur segala-galanya. Sikap tawakal yang benar harus didahului dengan
usaha yang maksimal (ikhtiar).
Contoh
perilaku tawakal :
·
Ahmad seorang pelajar yang ingin
sukses dalam pendidikannya. Ia sangat rajin belajar baik di rumah maupun di
sekolah. Ia juga giat beribadah. Ia selalu memasrahkan segala urusannya/hasil
usahanya
kepada Allah SWT dan berdoa semoga segala urusannya dapat berhasil baik.
Dampak positif tawakkal:
·
Memperoleh ketenangan jiwa karena merasa dekat dengan Allah
SWT
·
Memperoleh kepuasan batin karena keberhasilan usahanya mendapat ridla Allah
·
Memperoleh keteguhan hati ( istiqomah) sehingga tidak mudah goyah hatinya karena pengaruh lingkungan.
·
Menumbuhkembangkan kesadaran akan kelemahan dirinya, mengakui kebesaran Allah
SWT yang mengatur segala-galanya
b.
Ikhtiar
Ikhtiar
artinya berusaha dengan melakukan suatu kegiatan untuk mencapai apa yang
diinginkan.
Contoh
perilaku ikhtiar :
·
Bekerja sebagai kuli, pedagang
atau karyawan agar dapat memenuhi kebutuhan hidup
·
Belajar kepada seorang guru atau
ikut les baca tulis Al Qur’an agar dapat membaca Al Qur’an dengan baik
Dampak Positif Ikhtiar
·
Merasakan kepuasan batin karena dapat mencukupi kebutuhan hidupnya sendiri, walaupundengan susah payah
·
Terhormat dalam pandangan Allah dan sesama manusi karena sikap perwira yang dimiliki
·
Dapat berlaku hemat dalam membelanjakan harta karena hasil yang dicapai memerlukan usaha keras.
c.
Sabar
Sabar
berarti tahan menderita, tabah hati, tidak lekas marah, tidak lekas patah hati atau memiliki
keteguhan hati dalam menahan diri dari tuntutan hawa nafsu yang selalu mengarah
pada kejelekan.
Contoh
perilaku sabar :
·
Menerima segala macam musibah
dengan ikhlas, tidak berlarut-larut dalam kesedihan, tidak mengeluh dan tidak
menyalahkan siapapun
Nilai positif dari
sikap sabar antara lain :
1.
Dapat hidup sehat karena
memiliki emosi yang stabil, tidak mudah terpengaruh oleh keadaan lingkungan
2.
Dapat menikmati hidup sebagai
karunia dari Allah SWT
3.
Memiliki harapan akan masuk
surga seperti janji Allah dalam Al Qur’an Surat Al Baqarah ayat 155
d.
Syukur
Syukur
artinya berterima kasih kepada Allah SWT atas karunia yang dianugerahkan
kepadanya.
Contoh
perilaku syukur :
·
Fitri adalah anak yang pandai.
Ia berterimakasih kepada Allah yang telah memberinya ilmu dan kepandaian. Tak
lupa ia juga mengamalkan ilmunya dan mengajarkannya kepada yang lainnya
Dampak positif bersyukur
·
Memperoleh kepuasan batin karena dapat menaati salah satu kewajiban hamba terhadap khaliknya (
Allah SWT)
·
Terhindar dri sifat tamak yang dapat menjerumuskan diri kepada kufur nikmat
·
Mendapat jaminan tambahan nikmat dari Allah
e.
Qana’ah
Qana’ah
artinya rela menerima dan ridha atas semua keputusan Allah yang menimpa
dirinya, tidak berkeluh kesah dan tidak pula mengangan-angan kesenangan yang
didapat orang lain. Merasa cukup dengan apapun pemberian Allah.
Contoh
perilaku qona’ah :
·
Meskipun hidup serba pas-pasan,
keluarga Pak Bahrudin merasa cukup dengan keadaannya. Mereka menerimanya dengan
penuh rasa syukur dan tidak pernah membayangkan kemewahan hidup seperti orang
lain
Dampak Positif Qana’ah
·
Terhindar dari sifat tamak
·
Dapat merasakan ketentraman hidup karena merasa cukup atas karunia Allah
yang dianugerahkan kepada dirinya.
·
Mendapat jaminan tambahan nikmat dari Allah dan terhindar siksa yang berat.
III.
MENGHINDARI
AKHLAK TERCELA KEPADA DIRI SENDIRI
a.
Ananiyah
Ananiyah
yaitu sikap keakuan, egoistis, hanya mementingkan diri sendiri.
Contoh
sikap ananiyah :
·
Selalu ingin menang dalam
pembicaraan
·
Kurang menghargai pendapat orang
lain walaupun benar
·
Susah menerima suatu saran
apalagi kritik dari orang lain
Dampak negatif sikap
ananiyah :
·
Tidak disukai dalam pergaulan
·
Menurunkan martabat dirinya
·
Terisolir dalam pergaulan
masyarakat
b.
Takabur
Takabur
yaitu sikap sombong, menolak kebenaran, karena merasa dirinya yang paling
benar, dan meremehkan orang lain.
Contoh
sikap takabur :
·
Berlagak seakan dirinya sendiri
yang paling benar
·
Mudah terpancing emosinya bila
pendapatnya tidak diikuti orang lain
·
Tidak bersedia dikritik atau
diberi saran
·
Merasa dirinya paling unggul,
paling mulia dari orang lain
Dampak
negatif takabur :
1.
menimbulkan rasa tidak senang pihak lain karena diremehkan
2. dijauhi
orang lain yang merasa diremehkan
3.
memperbanyak lawan dan mengurangi teman
4. dapat
menjadi siksaan batin karena tidak disukai orang lain
5. dibenci
Allah dan sesama manusia
c.
Tamak
Tamak
yaitu sikap rakus, merasa tidak pernah puas terhadap apa yang diperoleh dan
terlampau besar nafsu (keinginannya) terhadap keduniaan.
Contoh
sikap tamak :
·
Tidak akan merasa puas meskipun
apa yang diperoleh sudah lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhannya
·
Mau menerima tapi enggan memberi
(pelit)
·
Banyak menghabiskan waktunya
untuk mengumpulkan kekayaan duniawi
Dampak negatif sikap
tamak :
·
Mudah terjerumus ke dalam
kehidupan yang sesat karena keduniaan
·
Tercela dalam pandangan Allah
dan manusia
·
Jauh dari petunjuk agama karena
waktunya habis untuk memikirkan harta
d.
Putus
Asa
Putus
asa yaitu sikap merasa dirinya telah gagal dalam meraih suatu harapan atau
cita-cita yang diinginkannya dan ia tidak mau berusaha lagi untuk melanjutkan
meraih keinginannya.
Karakter
orang yang putus asa :
·
Bermalas-malasan setelah
mengalami kegagalan dalam suatu usaha
·
Mudah terpancing emosinya
·
Tampak murung dan tidak memiliki
gairah hidup
IV.
ADAB TERHADAP ORANG TUA DAN GURU
a.
Adab terhadap Orang Tua
وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ
الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا
رَبَّيَانِي صَغِيرًا
Terjemahnya:
Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kasih sayang
dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka
berdua telah mendidik aku waktu kecil”. (Q. S. Al Isra: 24)
Adab seorang anak kepada orang tuanya. Antara lain adalah sebagai berikut:
·
Dilarang untuk berkata “ah” atau “cis” kepada kedua
orang tua kita masing-masing.
·
Larangan untuk berkata
kasar atau membentak kepada kedua orang tua
·
Ketika berbicara kepada
orang tua hendaklah dengan perkataan yang sopan dan santun dan lemah lembut
·
Merendahkan diri di
hadapan orang tua (ibu-bapak) dengan landasan sifat kasih dan sayang.
·
Senantiasa mendoakan kedua
orang tua. Sebagaimana berikut ini: “Wahai Rabb-ku, kasihanilah
kedua orang tuaku sebagaimana mereka telah menyayangiku dan mendidikku semenjak
aku masih kecil”
·
Belajar dengan giat dan
tekun untuk mendapatkan ilmu dan prestasi yang bermanfaat dan gemilang
Mempraktekkan adab kepada orang tua ini ketika sedang berada di sekolahan
dapat dilakukan dengan cara:
·
Menjaga nama baik diri
kita, dengan menjadi siswa yang baik, tekun dan giat belajar, patuh pada
peraturan sekolah. Hal ini sangatlah diperlukan, karena baik buruknya kita
menjadi siswa di sekolahan, kita juga membawa-bawa nama baik orang tua kita.
·
Berusaha terus menerus (istiqomah) dalam menjaga nama baik diri sendiri dan
orang tua. Diantaranya dengan meninggalkan segala sesuatu yang buruk dan
tindakan negatif, yang dapat mencemarkan nama baik diri dan orang tua kita.
·
Mengerjakan dengan baik
tugas sekolah yang diberikan kepada diri kita dengan kemampuan yang maksimal.
·
Berdisiplin dalam berbagai
hal sehingga menciptakan situasi dan kondisi yang positif, baik ketika ada di
ruah maupun dalam lingkungan sekolah.
b. Adab kepada guru ini antara
lain, yaitu:
§ Mematuhi dan mentaati perintah-perintah guru yang baik dan benar, secara
tulus dan ikhlas. Tentunya ini untuk kebaikan murid itu sendiri.
§ Hormat dan santun kepada guru, baik perkataan dan perbuatan.
§ Berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan yang terbaik, sehingga tidak
mengecewakan hati guru.
§ Menjaga nama baik guru, baik di lingkungan sekolah ataupun ketika sedang
berada di rumah.
§ Memperhatikan dengan baik dan benar materi ataupun pelajaran yang
disampaikan oleh guru.
§ Murah senyum terhadap guru dengan bermaksud untuk menghormati.
§ Ketika berpapasan, berusaha untuk menyapa gurunya terlebih dahulu (sebelum
disapa oleh gurunya)
V.
KETELADANAN NABI YUNUS A.S. DAN NABI AYYUB A.S.
a.
Keteladanan Nabi Yunus
a.s.
- Perbanyak
mengingat Allah
Nabi Yunus itu
termasuk orang-orang yang senantiasa bertasbih dan memohon ampun kepada Allah.
''Maka, kalau sekiranya dia (Yunus) tidak termasuk orang-orang yang banyak
mengingat Allah, niscaya ia akan tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari
berbangkit.'' (QS Alshaafat ayat 143-144).
- Kembali kepada Allah
Nabi Yunus meninggalkan kaumnya dengan marah karena
mereka tidak mau beriman kepada Allah mendapat teguran dari Allah dengan
dimasukkan ke dalam perut ikan paus (Nun) di tengah laut. Beliau lalu meratapi
segala kesalahannya dan memohon ampun dari perbuatannya itu.
Saad bin Abi Waqqas telah meriwayatkan sabda Nabi SAW.
''Seruan Yunus dalam perut ikan paus dengan ucapan Laa ilaha Illa Anta,
Subhanaka Inni kuntu min al-zhalimin, tidak ada tuhan selain Engkau, Mahasuci
Engkau dan sesungguhnya saya termasuk orang-orang yang zalim. Doa yang tidak
ada seorang hamba Muslim pun mengucapkan, sedangkan ia berada dalam bencana,
kecuali Allah pasti akan memperkenannya.''
- Sabar dalam
berdakwah
Dalam kisah Yunus
ini, terdapat pelajaran bagi para juru dakwah (dai). Mereka hendaknya sabar
dengan segala ujian dan cobaan. Sebab, di balik kesulitan, pasti ada kemudahan
(QS Al-Insyirah ayat 1-9).
b.
Keteladanan Nabi Ayyub
a.s.
- Tawaduk dan tidak sombong
Suri
teladan yang patut dicontoh dari Nabi Ayyub adalah ketika beliau mempunyai
harta yang berlimpah, beliau tetap tawaduk (rendah hati), tidak sombong,
suka membantu (dermawan), dan selalu bersyukur kepada Allah swt. atas nikmat
yang banyak, yang telah dikaruniakan Allah kepadanya serta tidak terpedaya oleh
harta, sehingga tetap tekun dalam beribadah kepada Allah swt.
- Kesabaran dan ketabahan yang
luar biasa
Ketika mendapat
ujian atau cobaan dari Allah swt. secara bertubi-tubi, di antaranya dimusnahkan
seluruh harta kekayaannya, seluruh putra-putrinya meninggal dunia, dan
menderita penyakit cacar yang sangat ganas selama 18 tahun, beliau tetap sabar, tabah, dan tetap
tekun beribadah kepada Allah swt.
- Keikhlasan
dalam Beramal
Ketika
Nabi Ayyub a.s. memiliki harta yang berlimpah, beliau senantiasa bersedekah
kepada tetangga yang miskin dan suka membantu orang lain yang membutuhkan
pertolongannya.
VI.
MENINGKATKAN
KEIMANAN KEPADA RASUL-RASUL ALLAH
a.
Sifat
Wajib Rasul
Sifat wajib rasul adalah sifat yang pasti dimiliki oleh para
rasul dalam melaksanakan tugas kerasulannya. Sifat wajib rasul ada 4, yaitu :
1.
Shiddiq artinya benar, jujur
2.
Amanah artinya dapat dipercaya
3.
Tabligh artinya menyampaikan
(wahyu)
4.
Fathonah artinya cerdas, pandai,
bijak
Contoh
penerapan meneladani sifat-sifat Rasul dalam kehidupan :
1.
Shiddiq (Jujur)
Dalam situasi apapun, sifat kejujuran harus dimiliki.
Sebagai contoh, seorang anak anak, sebut saja namanya Odi ditanya oleh guru.
”Kamu tadi pagi salat Subuh atau tidak?” Odi menjawab dengan berbohong, ”Iya
Bu, saya salat Subuh tadi pagi.” Ibu guru melanjutkan, ”Jam berapa kamu salat?”
Odi berbohong lagi, ”Jam 05.00 Bu.” Ibu guru bertanya lagi, ”Salat sama siapa
kamu?” Odi terpaksa berbohong lagi, ”Sama mama, papa, dan adek, Bu.” Hanya
karena berbohong sekali, Odi terpaksa berbohong lagi dan lagi karena guru terus
bertanya. Jadi kita tidak boleh berbohong karena berbohong sekali pun dapat
menibulkan kebohongan-kebohongan yang lain dan menyebabkan kita mendapatkan
banyak dosa.
2.
Amanah (Dapat Dipercaya)
Ketika kita berjanji kepada teman, orangtua, saudara,
bahkan kepada musuh sekalipun kita harus tetap menepati janji. Jika kita
mengingkarinya berarti tidak dapat dipercaya. Misalkan, Odi diberikan amanah
oleh guru untuk memeberitahu teman-temannya yang lain untuk mengerjakan tugas.
Tetapi dia tidak menyampaikannya. Berarti Odi termasuk orang-orang yang tidak
dapat dipercaya.
3.
Tabligh
(Menyampaikan)
Kewajiban mencontoh dan menerapkan salah satu sikap
Rasulullah yaitu menyampaikan amanah (berupa tugas atau tanggungjawab) yang ia
dapat kepada orang yang berhak menerima dan tidak satupun tidak sampai kepada
alamatnya. Misalkan, Odi disuruh ibunya untuk menyampaikan dan memberikan
titipan uang kepada ibu pemilik warung. Tetapi dia tidak memberikan uang
tersebut, malah menggunakannya untuk jajan. Berarti Odi tidak menyampaikan
amanah yang diberikan oleh ibunya kepadanya.
4.
Fathonah (Cerdas)
Anak- anak harus rajin belajar dan selalu menambah
wawasan agar menjadi anak cerdas dan pandai. Sehingga dapat melewati berbagai
rintangan dalam kehidapan sehari-hari.
b.
Sifat
Mustahil Rasul
Sifat
mustahil rasul adalah sifat yang tidak mungkin dimiliki para rasul. Sifat
mustahil merupakan kebalikan dari sifat wajib yaitu :
1.
Kadzib artinya berdusta
2.
Khiyanah artinya curang atau
tidak dapat dipercaya
3.
Kitman artinya menyembunyikan
(wahyu)
4.
Baladah artinya bebal, bodoh
VII.
MEMAHAMI
MUKJIZAT DAN KEJADIAN-KEJADIAN LUAR BIASA LAINNYA
a.
Mukjizat
Mukjizat
adalah kejadian luar biasa yang terjadi pada diri seorang rasul Allah sebagai
bukti kebenaran risalahnya dan untuk melemahkan
(argumen/bantahan/tantangan) orang-orang kafir.
Contoh
mukjizat :
·
Nabi Ibrahim a.s., tidak
terbakar sedikitpun ketika dimasukkan ke dalam api yang sangat besar oleh Raja
Namrud
b.
Karomah
Karomah
adalah kejadian luar biasa yang diberikan Allah kepada kekasih-Nya, yaitu hamba
yang sholeh dan taat kepada-Nya (waliyullah).
Contoh
karomah :
·
Kejadian yang dilakukan oleh
salah seorang umat Nabi Sulaiman a.s., yang alim dan sholeh yaitu dapat
memindahkan singgasana Ratu Bilqis dari Negeri Saba’ ke istana Nabi Sulaiman
a.s., dalam waktu hanya sekejap mata
c.
Maunah
Maunah
adalah pertolongan yang diberikan Allah kepada hamba-Nya yang beriman dalam
mengatasi kesulitan yang secara logika akal tidak dapat diatasi
(ajaib).
Contoh
maunah :
·
Seseorang dapat selamat dari
amukan api yang sangat besar yang mengepungnya di dalam rumah
d.
Irhash
Irhash
adalah kejadian luar biasa yang diberikan Allah kepada calon Nabi atau
Rasul-Nya.
Contoh
irhash :
·
Sebelum diangkat menjadi nabi,
Muhammad SAW pernah mengikuti pamannya untuk berdagang di Negeri Syam. Selama
perjalanan di bawah terik matahari, beliau selalu dinaungi oleh awan
·
Nabi Isa
as. Dapat berbicara dengan fasih ketika ia masih bayi (Q.S. Maryam : 29-33)
VIII.
MENERAPKAN
AKHLAK TERPUJI KEPADA SESAMA
a.
Husnudzan
Husnudzan
artinya berprasangka baik atau positive thinking.
Ciri
perilaku husnudzan :
·
Selalu berpikiran positif atau
tidak mudah berburuk sangka kepada orang lain
·
Mau memberi kepercayaan kepada
orang lain untuk melakukan suatu urusan karena memiliki keyakinan mereka mampu
melaksanakannya
·
Tidak mudah percaya dengan
berita buruk yang tidak jelas kebenarannya
Dampak
positif husnudzan :
·
Semakin
dekat hubungan batin antara yang bersangkutan dengan pihak lain yang diduga
berbuat kebaikan/tidak berbuat jelek
·
Memperoleh
kepercayaan dari orang lain yang menduga dirinya telah berbuat baik
·
Memperkuat
hubungan persaudaraan antara kedua belah pihak (yang menduga dan yang diduga)
b.
Tawadhu’
Tawadhu’
artinya sikap rendah hati, tidak menampakkan dan menyombongkan kelebihan yang
dimilikinya.
Ciri
perilaku tawadhu’ :
·
Menghargai pendapat dan
pembicaraan orang lain
·
Bersedia mengalah demi
kepentingan umum
·
Santun dalam berbicara dengan
siapapun
·
Lapang hati dan bersedia
menerima nasehat kebenaran tanpa memandang siapa yang berbicara
Dampak
positif dari berperilaku Tawadhu, antara lain :
·
Dapat
membangun relasi persaudaraan dengan mudah.
·
Terhindar
dari perilaku tamak.
·
Menciptakan
rasa cinta oleh Allah kepada hambanya.
c.
Tasamuh
Tasamuh
artinya sikap toleran, tenggang rasa, saling menghargai dan menghormati
perbedaan tanpa memandang latar belakang agama maupun yang lainnya.
Ciri
perilaku tasamuh :
·
Selalu melihat unsur positif
dari setiap perbedaan
·
Tidak mengganggu ketenangan dan
kesenangan orang lain
·
Menyukai sesuatu untuk orang
lain sebagaimana ia menyukainya untuk dirinya sendiri
Contoh
tasamuh :
·
Tidak
mengganggu ketenangan tetangga baik dengan ucapan yang jelek maupun perbuatan
·
Tidak
melarang tetangga apabila ingin menanam pohon di batas kebunnya
·
Menyukai
sesuatu untuk orang lain sebagaimana ia menyukai untuk dirinya sendiri
·
Menghormati
keyakinan atau pendapat orang lain
Dampak positif dari berperilaku
Tasamuh, antara lain :
·
Menumbuhkan perilaku tenggang rasa.
·
Menghindarkan diri dari perpecahan.
·
Membangun hubungan persaudaraan yang positif.
d.
Ta’awun
Ta’awun
adalah sikap gotong royong, saling membantu satu sama lain
Ciri
perilaku ta’awun :
·
Ringan tangan untuk membantu
meringankan beban orang lain
·
Mengunjungi bila ada orang lain
yang sakit atau terkena musibah
Berbagai dampak positif dari berperilaku Ta’awun, antara lain :
·
Menumbuhkan
sikap gotong royong dan peduli antar sesama.
·
Mempermudah
kebutuhan dan memperingan beban orang lain.
·
Menciptakan
kesatuan dan persatuan.
IX.
MENGHINDARI
AKHLAK TERCELA KEPADA SESAMA
a.
Hasad
Hasad
artinya iri hati, dengki atau perasaan tidak senang ketika melihat orang lain
mendapatkan nikmat dan berupaya agar nikmat itu berpindah kepada dirinya.
وَلَا تَتَمَنَّوْا۟ مَا
فَضَّلَ ٱللَّهُ بِهِۦ بَعْضَكُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ ۚ لِّلرِّجَالِ نَصِيبٌ مِّمَّا ٱكْتَسَبُوا۟
ۖ وَلِلنِّسَآءِ نَصِيبٌ مِّمَّا ٱكْتَسَبْنَ
ۚ وَسْـَٔلُوا۟ ٱللَّهَ مِن فَضْلِهِۦٓ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ بِكُلِّ شَىْءٍ
عَلِيمًا
Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada
sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain. (Karena) bagi orang
laki-laki ada bahagian dari pada apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita
(pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah
sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (Q.S. An Nisa 32)
Contoh
perilaku hasad :
·
Seorang pedagang merasa iri
melihat dagangan orang lain yang lebih laris daripada dagangannya. Malam
harinya ia meletakkan kotoran di sekitar warung yang laris tersebut dengan
harapan orang segan membeli di warung itu
Cara menghindari
hasad :
·
Setiap orang yang kita dengki
mendapat kenikmatan, berikan ucapan selamat kepadanya dengan tulus
·
Banyak bergaul dengan
orang-orang sholeh dan rajin mendengarkan nasehat-nasehat keagamaan
·
Berdoa kepada Allah SWT agar
dijauhkan dari penyakit hasad
b.
Dendam
Dendam
adalah memendam permusuhan dalam hati dan menunggu kesempatan yang tepat untuk
membalas kejahatan dengan kejahatan.
وَإِنْ عَاقَبْتُمْ
فَعَاقِبُوا۟ بِمِثْلِ مَا عُوقِبْتُم بِهِۦ ۖ وَلَئِن صَبَرْتُمْ لَهُوَ خَيْرٌ
لِّلصَّٰبِرِينَ
Arti: Dan jika kamu memberikan balasan,
maka balaslah dengan balasan yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu.
Akan tetapi jika kamu bersabar, sesungguhnya itulah
yang lebih baik bagi orang-orang yang sabar. (Q. S. An Nahl: 126)
Contoh
perilaku dendam :
·
Seseorang yang diejek oleh orang
lain lalu ia berencana akan membalasnya dengan pukulan yang menyakitkan
Cara menghindari
dendam :
·
Melatih diri untuk bersabar
menghadapi sesuatu yang mengecewakan hati
·
Membalas kejahatan dengan
kebaikan
c.
Ghibah
Ghibah artinya menggunjing atau membicarakan
aib (kejelekan/kekurangan) yang memang ada pada seseorang dengan tujuan menjatuhkan nama
baiknya.
وَلَا يَغْتَب بَّعْضُكُم
بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَن يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا
فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ تَوَّابٌ رَّحِيمٌ
...dan janganlah
menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan
daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya.
Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha
Penyayang. (Q. S. Al Hujurat: 12)
Contoh
perilaku ghibah :
·
Membicarakan kecacatan orang
lain, mungkin kecacatan fisik, perbuatan buruk atau kelemahan ekonominya,
sedang orang yang dibicarakan itu tidak ada dihadapannya dengan maksud merusak
harga diri dan kehormatan orang tersebut
Cara menhindari
ghibah :
·
Berpikir dahulu sebelum
berbicara, “perlukah saya membicarakan hal ini? Apa manfaatnya dan apa
mudharatnya?”
·
Bayangkan bagaimana perasaan
kita jika keburukan kita dibicarakan orang lain
·
Hindari segala sesuatu yang
dapat menimbulkan ghibah, jika tak mampu setidaknya kita diam atau lebih baik
pergi
d.
Fitnah
Fitnah
adalah berita bohong atau tuduhan yang diada-adakan, yang tidak sesuai dengan
kenyataan sesungguhnya dengan tujuan untuk menyudutkannya.
وَٱلْفِتْنَةُ أَشَدُّ مِنَ ٱلْقَتْلِ ۚ...
... dan fitnah itu lebih besar bahayanya daripada
pembunuhan ...(Q.S. Al Baqarah :191)
Contoh
perilaku fitnah :
·
Ketika Aisyah r.a. tertinggal
dari rombongan sehabis pulang dari sebuah peperangan seorang diri kemudian
datang Shofwan bin Mu’attal, lalu ia mempersilahkan Aisyah r.a. menaiki untanya
dan menuntun untanya hingga sampai di Madinah. Orang-orang kemudian ramai
menggunjingkan keduanya terutama orang-orang munafik. Padahal Aisyah terjaga
kehormatan dan kesuciannya, seperti ditegaskan Allah SWT dalam Al Qur’an Surat
An Nisa ayat 11-20 dan Surat Al Hujurat ayat 6
Cara menghindari
fitnah :
·
Jangan mudah percaya dengan
berita yang tidak jelas kebenarannya
·
Lakukan klarifikasi (tabayyun) tentang
kejelasan suatu berita
·
Memperbanyak ibadah dan bergaul
dengan orang-orang sholeh
·
Menyadari
bahwa fitnah lebih kejam dari pembunuhan
e.
Namimah
Namimah artinya mengadu domba atau memprovokasi antara dua
orang atau kelompok agar terjadi kekacauan atau perselisihan antara keduanya.
Namimah sangat erat hubungannya dengan fitnah. Biasanya orang yang suka
menfitnah juga suka mengadu domba.
وَلا تُطِعْ كُلَّ حَلافٍ
مَهِينٍ(١٠) هَمَّازٍ مَشَّاءٍ بِنَمِيمٍ (١١)
Dan janganlah engkau patuhi setiap orang yang
suka bersumpah dan suka menghina(10). Suka mencela, yang kian ke mari
menghambur fitnah(11). (Q.S. Al Qalam : 10-11)
Contoh perilaku namimah :
·
Ketika si A berkata pada si B
tentang si C, bahwa si C itu orangnya rakus. Lalu si B menyampaikan kepada si C
tentang perkataan si A tadi dengan tujuan agar si C marah dan benci kepada si A.
Maka si B tersebut nammam
(provokator/pengadu domba).
·
Tidak mudah menerima suatu
berita yang tidak jelas kebenarannya (lakukan tabayyun / klarifikasi)
·
Sering hadir di majlis-majlis
ilmu agar hati bersih dan hilang penyakit hati
·
Banyak bergaul dengan
orang-orang sholeh
X. ADAB BERMEDIA SOSIAL
Media sosial berasal dari kata dalam Bahasa Inggris Social Media. Media sosial dapat diartikan sebagai media
digital yang menyediakan fasilitas untuk melakukan berbagai kegiatan sosial
bagi penggunanya.
Adab bermedia sosial adalah
berperilaku baik dan bijak ketika menggunakan media sosial, serta sesuai dengan
syariat Islam dan norma-norma yang berlaku di masyarakat.
Media sosial dapat membawa dampak positif bila digunakan untuk hal-hal yang bermanfaat antara lain berkomunikasi dangan orang lain, mencari berbagai informasi
dan pengetahuan, bahkan memperluas syiar dakwah Islam. Bisa juga digunakan
untuk sarana jual-beli.
Adab bermedia sosial antara lain :
1.
Menata
niat yang baik ketika ingin menggunakan media sosial
2.
Memanfaat
media sosial dengan sebaik-baiknya dan sesuai keperluan
3.
Tidak memposting
teks, foto atau video yang melanggar syariat
4.
Menyeleksi
perkataan dan informasi yang tepat
5.
Menjauhkan
diri dari hal-hal yang haram seperti pronografi, judi online dll
6.
Bijak dalam
menggunakan media sosial ( gunakan media sosial untuk hal-hal yang bermanfaat
dan batasi waktu penggunaannya)
Komentar
Posting Komentar