MENJADI BERMANFAAT : CERITA KADER FATAYAT NU (Bag. 3)

 #kaderpenggerak

#AUTOBIOGRAFI


Di tahun 2018 aku berkesempatan mengikuti Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PKPNU) yang diselenggarakan oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Tegal yang dilaksanakan di dua (2) tempat yaitu di Pondok Pesantren Al Badrul Falah Plumbungan Kramat Tegal dan Pondok Pesantren Al Amin Tarub Tegal.

Setelah mengikuti PKPNU, semangat ber-NU-ku semakin menyala. NU adalah salah satu ormas Islam yang lantang mendukung Pancasila sebagai dasar dan ideologi Negara. Hal ini membuat NU, beserta seluruh badan otonomnya, banyak diserang dan dilemahkan oleh musuh-musuh Pancasila seperti kelompok Islam politik yang ingin merubah ideologi Pancasila menjadi ideologi Islam ala Khilafah. Penerimaan NU terhadap Pancasila sebagai Dasar Negara Republik Indonesia bukan tanpa dasar dan argumen syar’i. Pancasila sejatinya adalah pemersatu bangsa Indonesia yang memiliki kemajemukan, baik suku, ras dan agama. Bagi NU, meskipun Negara tidak berazazkan Islam tetapi umat Islam bebas meyakini akidahnya dan dapat melaksanakan syariat agama dalam kehidupan sehari-hari tanpa ancaman, jauh lebih baik daripada kita memaksakan mendirikan Negara Islam atau NKRI bersyariah tetapi berpotensi menimbulkan kegaduhan bahkan saling bunuh antar sesama anak bangsa seperti yang banyak terjadi di negara-negara Timur Tengah saat ini. Nilai-nilai Islam menjadi ruh yang mewarnai sendi-sendi kehidupan bangsa. Tokh, sila-sila Pancasila tak satupun yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam. Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Musyawarah dan Keadilan Sosial.

Pada tahun 2013-2019 aku menjadi Ketua Tim Penggerak PKK Desa Mejasem Timur, karena kebetulan suamiku, Beni Purwonugroho, menjadi Kepala Desa. Jabatan yang dulu pernah saya dan teman-teman mahasiswa kritik karena mendapat jabatan bukan karena prestasi kita secara langsung tapi karena nunut suami. Tetapi aku tidak cukup puas hanya dengan sudah menjadi Ketua PKK.  Aku bersama teman-teman tim, berusaha memberikan yang terbaik buat organisasi yang aku pimpin. Alhamdulillah, Posdaya (Pos Pemberdayaan Keluarga) “Sekar Sakti”, yang terintegrasi dengan PKK Mejasem Timur di bawah binaan Yayasan Damandiri Jakarta menjadi Juara 3 Posdaya Korwil. Jawa Tengah 4. Aku juga pernah menjadi Juara 1 Lomba Pidato Implementasi 10 Program Pokok PKK tingkat Kabupaten Tegal. Dan beberapa kejuaraan PKK lain baik di tingkat Kecamatan Kramat maupun Kabupaten Tegal.

(masih bersambung...😌)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Contoh Proposal Fatayat

SOAL ULANGAN AKIDAH AKHLAK KELAS 7 MTS (TAUBAT, TAAT, ISTIQOMAH DAN IKHLAS)

RESUME MATERI AKIDAH AKHLAK MTs KELAS IX