MENJADI BERMANFAAT : CERITA KADER FATAYAT NU (Bag. 4 - Habis)

 #kaderpenggerak

#AUTOBIOGRAFI

Saat ini aku mendapat amanat sebagai Ketua Pimpinan Anak Cabang Fatayat NU Kramat Kabupaten Tegal Masa Khidmat 2021-2025 dan anggota Bidang Pengembangan Organisasi (Organisasi, Pendidikan dan Pengkaderan) PC Fatayat NU Kabupaten Tegal Masa Khidmat 2016-2021. Perjalanan organisasiku di Fatayat dimulai dengan menjadi anggota di Pimpinan Ranting Fatayat NU Mejasem Timur. Kemudian menjadi Wakil Ketua Ranting pada periode Masa Khidmat 2017-2020 dan sekaligus menjadi Sekretaris PAC Fatayat NU Kramat Masa Khidmat 2016-2020. Alhamdulillah, pernah menjadi Juara 1 lomba Administrasi Kesekretariatan di PC Fatayat NU Kabupaten Tegal.

Sejak dilantik sebagai Ketua PAC Fatayat NU Kramat bulan Januari 2021 lalu, aku, dengan didukung suami, sudah berniat memberikan segenap tenaga, fikiran dan kalau perlu nyawa sekalian, untuk menjadi pelayan NU. PAC Fatayat NU Kramat sudah mengalami 7 periode kepemimpinan, saya memimpin di periode ke-8. Saat ini, kami mempunyai program unggulan PAC yaitu membentuk rintisan shelter / rumah singgah bagi korban kekerasan terhadap perempuan dan anak, salah satu program kerja dari Bidang Hukum, Politik dan Advokasi.  

Selain itu di bidang-bidang lain kami juga mempunyai program kerja unggulan. Antara lain Program Pendidikan Kader (LKD/LKL) oleh Bidang Pengembangan Organisasi, Program 3 R (reuse, reduce and recycle) melalui Bank Sampah dari Bidang Kesehatan dan Lingkungan Hidup. Bidang Sosial, Seni dan Budaya memiliki program unggulan yaitu Bantuan Sosial untuk anak-anak yatim piatu dan ABK (anak berkebutuhan khusus). Sementara Bidang Dakwah dan Pembinaan Anggota memilih program Pelatihan Daiyyah Fatayat sebagai program unggulannya sebagai upaya counter atas maraknya da’i-da’i yang mengkampanyekan gerakan radikalisme Islam yang cenderung menampilkan Islam yang reaktif dan pemarah, bukan Islam yang ramah dan rahmatan lil ‘aalamiin. Sedangkan Bidang Ekonomi dan Litbang masing-masing program unggulannya adalah Pelatihan Kewirausahaan dan  Publikasi Fatayat melalui media sosial. Saat ini PAC Fatayat NU Kramat sudah mempunyai akun di facebook, youtube dan instagram.

Kecamatan Kramat, menurut data dari Dinas P3AP2 dan KB Kabupaten Tegal tahun 2020, termasuk 6 (enam) Kecamatan di Kabupaten Tegal yang tertinggi laporan kasus tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak. Ini menjadi tantangan bagi kami untuk turut mengambil peran positif. Maka melalui Bidang Hukum, Politik dan Advokasi kami mendorong agar sahabat-sahabat Fatayat khususnya memiliki perhatian lebih terhadap kemungkinan adanya kasus-kasus kekerasan khususnya terhadap perempuan dan anak yang terjadi di sekitarnya untuk kemudian bisa mengambil peran minimal mendampingi dan memberi penguatan kepada korban untuk selanjutnya melaporkan kasus kekerasan kepada pihak-pihak terkait. Saat ini kami sudah menjalin komunikasi awal dengan Tim Penggerak PKK Kecamatan dan Dinas P3AP2 dan KB Kabupaten Tegal.

Seperti gayung bersambut, saat kami menggagas program pendampingan korban kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, LBH Ansor Pusat mengadakan pelatihan online gratis, Pendidikan Paralegal Santri pada bulan Maret lalu. Maka nekat saja, aku dan wakil ketua PAC Fatayat Kramat yang membawahi Bidang Hukum, Politik dan Advokasi serta wakil sekretaris PAC mendaftar kegiatan tersebut. Beruntung kami bertiga yang tidak punya latar belakang hukum sama sekali diterima sebagai peserta. Sayangnya Ketua Bidang Hukum kami di PAC yang kebetulan Sarjana Hukum Islam tidak lolos karena faktor usia. Dari kegiatan ini kami berharap sedikit menambah wawasan hukum serta kerja-kerja pendampingan, khususnya oleh paralegal.

Inilah ceritaku. Semoga menjadi pengingat dan penyemangatku untuk lebih giat bekhidmat, menebar manfaat serta menambah pengetahuan dan pengalaman. Bukan untuk kesombongan, semata tahadduts binni’mah. Atas berkah, rahmat dan inayah Allah jualah semua nikmat ini diberikan kepadaku. Termasuk juga pasti karena doa tulus kedua orang tuaku untuk semua putra-putrinya. ”Robbanaa hab lanaa min azwaajinaa wa dzurriyaatina qurrota a’yun, wa’j’alnaa lil muttaqiina imaaman”.

Tentu bukan tanpa tantangan menjalani garis takdir hidupku sampai hari ini. Banyak air mata kesedihan terpumpah, rasa lelah, marah bahkan benci mewarnai perjalananku. Tetapi sebesar dan sesulit apapun tantangan itu, jangan sampai membuat kita berputus asa. Karena rahmat Allah sungguh maha luas bagi orang-orang yang beriman kepadaNya. Laa yukallifullahu nafsan illa wus’ahaa. Allah tidak akan menguji kita dengan sesuatu yang di luar kemampuan kita. Selama ada tekad dan kemauan, Allah pasti akan menunjukkan jalanNya.

Prinsipku, jangan pernah berhenti berproses menjadi baik dan bermanfaat. Hanya kepada Allahlah kita memohon petunjuk dan pertolongan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Contoh Proposal Fatayat

SOAL ULANGAN AKIDAH AKHLAK KELAS 7 MTS (TAUBAT, TAAT, ISTIQOMAH DAN IKHLAS)

RESUME MATERI AKIDAH AKHLAK MTs KELAS IX